Catatan Energi Jotrii

Pada awalnya, tujuan saya Ngeblog hanya untuk menyimpan data,catatan harian, tugas kuliah dan file file lain yang bisa saya ambil di manapun , kapanpun karena saat itu saya belum punya Laptop. Komputer Kantor dan Warnet jadi Andalan saya untuk kerja.

Sekarang, dari Hobi Ngeblogger ini saya bisa dapat penghasilan tambahan. Alhamdulillah.

Kalo Tulisan Tulisan saya ada yang bermanfaat boleh dipraktikan, dibagikan. Kalo nggak ada skip aja. Simple.

Kritik dan saran Hubungi nomor WA 081337950735

Minggu, 19 Desember 2010

Indahnya Melayani

Melayani sesama adalah sudut pkitang yang bisa memperbaiki rejeki dari semua pekerjaan.
Bukan kepkitaian, bukan warisan harta, bukan penampilan, bukan pula hal yang sering kita iri kepada orang2 yang lebih beruntung; yang membuat kita berhasil adalah ijin Tuhan. Apapun itu, ijin Tuhan = Keberhasilan.
Adanya istilah “Rahasia Perusahaan” alasannya supaya tidak tersaingi. Hal ini membuat orang tidak mau berbagi dengan orang lain, yang mempunyai metoda tidak mau berbagi metode. Kita juga takut kalau orang tahu, kita tidak bisa kaya.
Orang yang bergantung pada rencana sebagai satu2nya cara untuk berhasil, tidak perlu Tuhan. Karena keberhasilan itu sulit dan belum tentu, maka kita butuh Tuhan.
Berarti jika kita mau merubah konsep, bukan orang yang memberhasilkan kita, bukan kepkitaian, bukan juga hal lainnya,tetapi ijin Tuhan; berarti, apapun yang kita kerjakan + ijin Tuhan = Sukses.
Jadi orang yang ikhlas melayani bagi kebaikan orang lain, menjadi orang yang mudah mendapatkan ijin Tuhan. Karena derajat tertinggi bagi manusia adalah kemanfaatan bagi sesama.
Bukan ilmu atau harta yang dapat memuliakan kita, tetapi Tuhan yang memuliakan kita karena kita berbagi.
Jadi kalau punya kesempatan untuk dibagi, bagikanlah. Karena semakin banyak kita memberi, maka semakin banyak kita menerima. Hukumnya “Kita tidak mungkin bisa memberi, tanpa menerima.”
Bagi orang baik, lebih baik gagal menjadi raja, tetapi berhasil sebagai kepala keluarga. Lebih baik gagal sebagai pramaisuri, tetapi ia berhasil sebagai Ibu.
Jadi, pilihan jangan MENDAPAT tetapi MENJADI bagi kebaikan keluarga.
Karena keberhasilan yang sesungguhnya belum tentu terjadi dimusim kehidupan kita; tetapi bisa saja terjadi dimusim anak-cucu kita.
Kita akan lebih peduli kepada seorang ayah yang berperan mengurusi kita, daripada seorang ayah yang berperan sebagai pejabat tinggi tetapi hanya mengurusi orang lain.
Sesuatu yang disebut indah itu akan dilengkapi oleh Tuhan dalam keseluruhan konsep keindahannya. Kekayaan yang indah itu adalah yang diijinkan oleh Tuhan untuk membantu seseorang, untuk memperbaiki kualitas hidupnya.
Jadi keindahan dalam melayani sesama, bukan hasil dari perubahannya, tetapi ikhas melaksanakannya saja.
Untuk itu orang yang mau memperbaiki dirinya, harus mengikhlaskan dirinya dan mendorong dirinya terlibat dalam pekerjaan2 yang mengindahkan kehidupan sesama.
Hidup ini tidak adil, tetapi bisa kita negosiasi. Jangan minta dilebihkan pada sesuatu hal dimana kita sudah kurang. Mintalah dilebihkan pada sesuatu yang memang penting.
Yang disebut zero pamrih adalah pamrih kepada Tuhan, kepada manusia tidak.
Kita akan menjadi sahabat yang sangat dicintiai, kalau kebaikan kepada orang lain bukan karena ingin diberi apa2.
Banyak orang tidak berani membuat rencana besar karena takut kecewa. Lalu karena rencananya kecil, ia kecewa tentang kehidupan.
Untuk itu “Impikan yang besar; apa yang kita impikan, mungkinkan”. Caranya, setialah melakukan kebaikan kecil yang ada dalam kemampuan kita. Jangan ragukan kemampuan Tuhan untuk membesarkan kita, melalui sekecil-kecilnya kemampuan kita.
Bukan kita yang memberhasilkan diri, Tuhan-lah yang mengijinkan kita berhasil.
Empat fungsi penjualan, tiga diantaranya ada pada pelayanan. Untuk itu, jika ingin sukses dalam penjualan, kuncinya ada pada pelayanan.
Rasa malasmu tidak akan mengkerdilkanmu, jika engkau tidak berlaku malas. Malas dan kerja keras tidak adahubungannya. Latihlah diri kita untuk tetap bekerja keras, walaupun dalam keadaan malas.
Gunakan rasa malas itu untuk memulaikan diri kita. Misalnya: Saya malas bergaul dengan orang yang pengeluh, saya malas hadir pada acara2 yang tidak ada gunanya, saya malas menonton acara yang tidak bermutu dll.
Jadi kalau begitu, bukan malasnya, tapi penggunaan dari malasnya. Gunakanlah apapun untuk memuliakan kehidupan kita.
Kalau kita hidup dengan cara-cara impian kita, kita akan hidup dengan yang kita impikan.
Keharusan yang bisa kita bangun sama ada dua macam, orang yang mau melayani bagi kebaikan sesama, harus punya 2 hal :
Wajah yang teduh, dan hati yang penuh kasih.
Wajah yang teduh. Begitu kita berjanji kepada Tuhan, “Tuhanku aku akan pelihara wajahku teduh, supaya bisa mendamaikan keluarga dan orang lain”. Maka ketahuilah semua itu akan diuji.
Hati yang penuh kasih. Tkitanya adalah hatinya mudah kasihan, tidak tegaan. Hati yang penuh kasih, tidak pernah lama ada isinya, karena kasihnya diberikan. Berati jika kasihnya kosong, maka yang akan mengisi kasih berikutnya adalah Tuhan. Orang yang mengasihi sesama, hatinya diisi kasih sayang Tuhan.
Jadilah pribadi yang membuat orang disekitar kita damai, dan memberilah untuk kebaikan perasaan mereka.
Didalam melayani sesama, cara paling sederhana adalah melayani dengan wajah yang teduh.
Dalam proses itu kita akan menghilangkan kontradiksi kemarahan dan kegelisahana.
Karena semua orang yang berhasil itu bukannya tanpa kontradiski didalam dirinya. Tetapi mereka memanfaatkan kontradiski itu untuk belajar sabar, untuk belajar tabah, dan bekerja bagi kebaikan banyak orang.
Lalu berhati penuh kasih, karena dia tahu, kalau dia mengasihi, dia akan dikasihi.
Orang yang berfokus pada kebaikan orang lain, Tuhan akan berfokus pada kebaikannya.
Jadi bagaimana kalau kita ikhlas, betul2 menyerahkan diri kita kepada Yang Maha Membaikkan yaitu Tuhan; lalu mengambil tanngung jawab untuk mengambil yang baik.
Kalau itu pekerjaan, jangan ubah pekerjaannya, tapi perbaharui sikap kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggakan Pesan, Kritik dan saran ya..