Catatan Energi Jotrii

Pada awalnya, tujuan saya Ngeblog hanya untuk menyimpan data,catatan harian, tugas kuliah dan file file lain yang bisa saya ambil di manapun , kapanpun karena saat itu saya belum punya Laptop. Komputer Kantor dan Warnet jadi Andalan saya untuk kerja.

Sekarang, dari Hobi Ngeblogger ini saya bisa dapat penghasilan tambahan. Alhamdulillah.

Kalo Tulisan Tulisan saya ada yang bermanfaat boleh dipraktikan, dibagikan. Kalo nggak ada skip aja. Simple.

Kritik dan saran Hubungi nomor WA 081337950735

Senin, 21 Mei 2018

PO CWNLP #11

PO CWNLP #11

Bismillah...

Hari ini tidak ada tambahan Ramuan Copywriting.Kami masih menunggu hasil karya berupa tulisan dari tugas tugas sebelumnya ya

Untuk menambah wawasan, silahkan baca pelan pelan tulisan berikut ya

Tahukah Anda bahwa salah satu cara membangun Aset dan Ciptakan Omset dari Internet adalah dengan memahami POLA CERITA (baca:.Copywriting)

BAGAIMANA MENCIPTAKAN BRAND STORYTELLING YANG POWERFULL???

Pola-pola penjualan ke dalam 4 (empat) jenis.

1. Rough Selling, teknik berjualan dengan cara kasar dan "menyakiti" hati konsumennya. Penuh dengan jebakan dan trik-trik manipulatif. Ini tentu bertentangan dengan etik.

2. Hard Selling, teknik penulisan dengan cara berteriak-teriak seperti tukang obat. Yang diteriakkan semua tentang kehebatan dan semua benefit yang ada di brandnya.

3. Soft Selling, teknik penulisan secara halus dengan tone and manner yang elegan. Meskipun caranya halus, orang tentu saja tau bahwa itu iklan.

4. Covert Selling, adalah cara beriklan dengan menyembunyikan brandnya. Orang tidak tau dan tidak merasa bahwa itu iklan. Covert selling bisa juga digunakan dengan cara memberikan hidden message yang tanpa terasa memengaruhi pembacanya.

Storytelling ada di mana? Storytelling ada di antara soft selling dan covert selling. Kenapa demikian? Karena dalam storytelling, brand harus disembunyikan di akhir cerita. Kalaupun muncul di awal atau di tengah, kehadirannya harus seperti elemen atau bagian yang tak terpisahkan dari sebuah cerita.

Untuk membuat cerita yang bagus, kita harus menjadi storyteller. Kita harus belajar menulis cerita dengan baik. Coba kita perhatikan lingkungan pertemanan kita. Orang yang menarik dan disukai biasanya adalah seorang pencerita yang baik. Teman-temannya betah berjam-jam mendengarkan dia mengoceh. Saking hebatnya bercerita, kadang cerita sepele pun orang itu mampu membuat kita terhanyut, emosi kita tergugah sehingga kita menangis atau tertawa terbahak-bahak.

Bagaimana, masih mau males malesan kerjakan tugas dan belajar seni bikin tulisan?

Selamat hari minggu ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggakan Pesan, Kritik dan saran ya..